Raja Heraklius Beriman Kepada Islam?

Pada awal abad Ke-6 Masehi, Di suatu malam Raja Heraklius bermimpi bahwa ia melihat masa keemasan kedaulatan Bizantium (Romawi) atas Suriah dan Palestina akan berakhir. Di dalam mimpinya pula ia melihat kejayaan dari kerajaan yang dipimpin oleh seorang laki-laki yang di khitan (sunat). Peristiwa mimpi ini  terjadi persis sebelum Nabi Muhammad SAW menulis surat ajakan untuk memeluk Islam kepada Raja-raja di sekitar semenanjung Arab yang salah satunya adalah Raja Heraklius yang memimpin Kekaisaran Romawi yang berpusat di Kontanstinopel. Mimpi ini membuka peluang hidayah Islam merasuk kedalam hati dan Pikiran Heraklius.

Raja Heraklius (Emperor Heraclius)
sumber: http://willypieters.files.wordpress.com

Sebelum mimpi itu datang, pasukannya baru saja menang atas Pasukan Persia dan berhasil merebut Kota Rood dari Yerussalem. Saking senangnya, Heraklius berjalan kaki dari kota Homs ke Kota Suci, Yerussalem. Hingga kemudian mimpi itu datang membuat Heraklius gundah dan sekaligus penasaran. Heraklius pun bertanya-tanya siapakah gerangan lelaki  yang dikhitan itu kepada Para Jenderal dan Pejabat dibawahnya. Informasi pun berkembang, dan disimpulkan bahwa ada seorang Lelaki ditengah padang pasir yang memimpin kebangkitan Arab dan mengaku sebagai Nabi. Heraklius pun semakin penasaran, Ia mengutus utusan pembantunya untuk mencari informasi dan memeriksa apakah benar Lelaki tersebut telah dikhitan, ternyata benar Lelaki yang mengaku Nabi tersebut berkhitan.

Belum cukup puas akan jawaban tersebut, Raja Heraklius meminta untuk dicarikan orang Arab yang bisa memberikan informasi lebih lengkap kepadanya. Selang beberapa waktu Surat Nabi tiba di Kerajaan Romawi, Surat berisi ajakan kepada Raja Heraklius untuk memeluk Agama yang lurus, Islam. Isi surat tersebut sebagai berikut:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, Rasulullah, untuk Heraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah) (QS Ali Imran : 64).” (HR. Bukhari 1/4,5)
Surat Nabi Muhammad kepada Raja Heraklius

Kebetulan saat itu ada Rombongan pedagang dari Mekkah ke Suriah yang di Pimpin oleh Abu Sufyan. Saat itu Abu Sufyan masih belum memeluk Islam dan termasuk yang paling keras perlawanannya kepada Nabi Muhammad. Abu Sufyan pun dipanggil ke Istana dan dimintai keterangan oleh Heraklius tentang Lelaki yang dikhitan. Namun Abu Sufyan berusaha merendahkan Nabi dan berkata: “Jangan biarkan Ia (Nabi) membuat mu takut. Kebesaran(kekuasaan)nya tidak sebesar yang engkau dengar.” Raja pun tidak sabar dan bertanya lebih spesifik kepada Abu Sufyan hingga Heraklius mengambil sebuah kesimpulan:
Aku bertanya kepadamu tentang garis keturunannya dan kau jawab, ia bersih dan terbaik di antara kalian; TUHAN TIDAK MEMILIH NABI MELAKINKAN ORANG YANG MEMILIKI GARIS KETURUNAN YANG PALING MULIA. Lalu aku menyanyakan, adakah saudaranya yang mengaku seperti itu dan engkau mengatakan tidak. Lalu aku bertanya, APAKAH IA KEHILANGAN KEKUASAAN DAN MENGAKU NABI DEMI MERAIHNYA KEMBALI, JAWABANMU TETAP TIDAK. Lalu aku bertanya tentang pengikkutnya dan engkau mengatakan, mereka adalah kaum lemah dan miskin, para budak laki-laki dan perempuan, begitulah pengikut para nabi sepanjang masa. Kemudian aku bertanya apakah ada pengikutnya yang meninggalkannya dan engkau menjawab tidak ada, begitulah manisnya iman, ketika merasuk ke dalam hati ia tidak akan pergi. Lalu aku bertanya, apakah Ia tidak dapat dipercaya, engkau menjawab tidak. JIKA APA YANG KAU KATAKAN KEPADAKU ITU BENAR, IA AKAN MENGALAHKAN AKU DAN SEANDAINYA AKU BERADA BESERTANYA, AKU AKAN MEMBASUH KAKINYA. Sekarang pergilah sesuka hatimu.” ( HR. Muslim No: 3322)
Sekali lagi Heraklius mencoba menggali informasi lebih dalam lagi tentang Nabi, maka Heraklius menulis kepada seseorang di Konstantinopel yang berpengetahuan luas dan kebijakan yang dapat dipercaya. Jawabannya sungguh sesuai dengan apa yang ia duga selama ini, orang tersebut berkata, “Dia adalah Nabi yang telah kita tunggu-tunggu. Tidak ada lagi keraguan, karena itu, ikutilah, dan berimanlah kepadanya.” Di Kota Homs, sesuai membaca jawaban orang tersebut, Heraklius mengundang semua petinggi Bizantium untuk hadir dalam satu ruangan di Istana. Ia meminta kepada penjaganya untuk mengunci pintu ruangan tersebut tanpa diketahui oleh para petinggi lainnya, Heraklius khawatir bila ia berkata tentang Imannya kepada Nabi Muhammad membuat para petinggi langsung pergi meninggalkannya.

Setelah Heraklius menyampaikan semuanya tentang surat yang  berisi ajakan untuk memeluk Islam kepada para petingginya, ia berkata, “Kaum Roma, jika tujuan kalian adalah keberhasilan dan kebenaran, dan jika kalian menginginkan kedaulatan kalian tetap bertahan, maka berbaiatlah kepada Nabi ini.” Apa yang dikhawatirkan oleh Heraklius menjadi kenyataan, satu persatu para petinggi berbalik dan menuju pintu keluar dan merak berusaha membukanya. Heraklius tetap mencoba berusaha untuk meyakinkan mereka, namun apa daya, akhirnya ia menyerah dan putus asa. Lalu Raja Heraklius kembali memanggil para petingginya dan berkata, “Aku mengatakan hal tersebut untuk menguji kekuatan keyakinan kalian! Dan Sekarang aku sudah tahu.” Para petinggi pun langsung kembali dan percaya bahwa mereka sedang diuji kesetiannya oleh Raja. Meraka akhirnya kembali membungkukkan diri di hadapan Raja.

Raja Heraklius pun menyimpan dengan erat kecenderungan hatinya kepada Islam karena takut hal yang sama akan terjadi lagi bila rakyatnya tahu yang sebenarnya. Maka Heraklius lebih memilih Kerajaan Romawi tetap utuh dan dipimpin olehnya daripada mengikrarkan diri Sebagai Muslim.

Sumber rujukan:
Lings, Martin. 1991. Terjemahan : Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik. Penerbit Serambi, Jakarta.
http://daulahislam.com/kisah/rasul-dan-sahabat/inilah-koleksi-surat-surat-rasulullah-kepada-pemimpin-dunia.html

Related Posts:

0 Response to "Raja Heraklius Beriman Kepada Islam?"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan sopan

Bila tidak memiliki ID blogger bisa menggunakan Name/URL lalu masukkan Nama dan URL facebook/twitter anda. hindari menggunakan Anonim, Terima kasih.